Rabu, 04 Mei 2016

Kereta Api Indonesia

Kereta Api Indonesia, Kehadiran kereta api di Indonesia ditandai dengan pembangunan tanah-melanggar jalur kereta api di desa Kemijen, tanggal Jumat, 17 Juni, 1864 oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Mr. L.A.J Sloet Baron van den Beele. pembangunan yang digagas oleh Naamlooze Venootschap Spoorweg Nederlandsch Indische Maatschappij (NV. NISM) yang dipimpin oleh Ir. J.P de Bordes menuju desa Kemijen Responsibility (26 Km) dengan lebar gauge 1435 mm. Jalan ini dibuka untuk angkutan umum pada Sabtu, 10 Agustus, 1867.

Keberhasilan swasta, NV. NISM membangun kereta api antara Kemijen - Tanggung jawab, yang kemudian 10 Februari 1870 dapat menghubungkan Semarang - Surakarta (110 Km), akhirnya mendorong investor untuk membangun jalur kereta api di daerah lain. Tidak mengherankan, jika pertumbuhan rel panjang jalur antara 1864 - 1900 berkembang pesat de-ngan. Jika pada tahun 1867 hanya 25 Km, 110 Km 1870 menjadi, pada tahun 1880 mencapai 405 Km, 1890 menjadi 1.427 Km dan pada tahun 1900 menjadi 3.338 Km. kamu juga bisa meihat gambar kereta api masa kini Selain Jawa, pembangunan jalan juga dibangun di Aceh (1874), Sumatera Utara (1886), Sumatera Barat (1891), Sumatera Selatan (1914), bahkan tahun 1922 di Sulawasi juga telah dibangun jalur kereta api sepanjang 47 Km antara Napier-Takalar, operasi dilakukan pada tanggal 1 Juli, 1923, Ujungpandang tersisa - Maros tidak selesai. Sementara di Kalimantan, meskipun belum sempat dibangun, studi untuk kereta api Pontianak - Sambas (220 Km) telah selesai. Demikian juga, di pulau Bali dan Lombok, studi untuk membangun jalur kereta api.

Kereta Api Indonesia

Sampai tahun 1939, panjang jalur kereta api di Indonesia mencapai 6.811 Km. Namun, pada tahun 1950 menurun menjadi 5.910 km panjang, sekitar 901 Km Iebih menghilang, yang diharapkan karena selama pendudukan Jepang dibongkar dan diangkut ke Burma untuk membangun jalur kereta api di sana.
kereta api indonesia
Kereta Api Indonesia


Jenis jalur kereta api di Indonesia awalnya dibedakan oleh alat ukur luas 1.067 mm; 750 mm (di Aceh) dan 600 mm di beberapa lintas cabang dan tram kota. Jalur kereta api yang dibongkar selama pendudukan Jepang (1942 - 1943) adalah 473 Km, sementara kereta api ini dibangun selama pendudukan Jepang adalah 83 km antara Bayah - Cikara dan 220 Km antara Muaro - Pekanbaru. Ironisnya, dengan teknologi mentah, kereta api Muaro - Pekanbaru diprogram diselesaikan selama 15 bulan yang mempekerjakan 27.500 orang, 25.000 dari mereka adalah Romusha. Jalan yang melintasi rawa-rawa, bukit, jeram sungai dan arus, banyak korban yang makam yang tersebar di seluruh Muaro- Pekanbaru. contoh gambar kereta api


Setelah kemerdekaan Indonesia diproklamir-kan pada 17 Agustus 1945, karyawan kereta api yang tergabung dalam Angkatan Moeda Kereta Api (AMKA) mengambil alih kereta api kekuasa dari sisi Jepang. Peristiwa bersejarah berlangsung pada tanggal 28 September 1945. Pembacaan pernyataan Ismail dan anggota lain dari AMKA, menegaskan bahwa mulai September 28, 1945 otoritas kereta api di tangan bangsa Indonesia. Jepang tidak diizinkan untuk intervensi lagi urusan perkeretaapi di Indonesia. Hal inilah yang mendasari penetapan 28 September 1945 sebagai Hari Kereta Api di Indonesia, serta pembentukan Departemen Kereta Api Republik Indonesia (DKARI).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar